Ketika orang sudah tidak merasa jika ia telah “dibodohi”
Banyak sekali kita temui disekitar kita bahkan keluarga kita atau sahabat kita, orang-orang yang merasa dirinya telah melakukan hal-hal luar biasa, tetapi ketika dianalissi lebih dalam orang itu ternyata hanya menjadi “boneka” orang lain. kalau memakai bahasa ekstrim, mereka sebenarnya telah “dicuci otak” oleh orang-orang diatas mereka. Mereka yang sebenarnya tidak suka melakukan pekerjaan tertentu, secara tidak sadar telah “dipaksa” melakukan hal-hal yang diinginkan oranglain. Ketika seorang sahabat mungkin mengingatkannya bahwa apa yang dilakukan sebenarnya hanya sedikit menguntungkan dirinya dan jauh lebih banyak merugikan dirinya, ia malah bersikeras “ngeyel” bahwa yang dia lakukan adalah benar sesuai dengan apa yang ia sukai untuk dikerjakan.
Betapa malang nasib orang-orang seperti itu, dimana mereka seharusnya bisa melakukan hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat bagi dirinya dan bagi masa depannya, tetapi lagi-lagi ia “dipaksa” untuk menuruti kemauan orang lain yang memanfatkannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Apa yang seharusnya kita lakukan ketika sahabat dekat kita berada dalam posisi seperti itu???
- Apa kita lantas membiarkannya semakin “dibodohi”?
- Ataukah kita akan bertindak untuk mengingatkannya dengan resiko persahabatan kita hancur gara-gara beda cara pandang?
- Ataukah kita akan melakukan selain 2 hal diatas, yangmana saat ini belum kita ketahui/temukan?hehe…
Posted on March 8th, 2010 by auliaprima
Filed under: Uncategorized | No Comments »