20
Oct

Bauran Produk

   Posted by: aulia   in Kuliah, Manajemen Pemasaran, Tugas

BAURAN PRODUK

  1. Pengertian Bauran produk

Bauran produk menurut Philip Kotler (2002:145) adalah sebagai berikut “Bauran produk (product mix) adalah kumpulan dari semua produk dan unit produk yang ditawarkan penjual tertentru kepada pembeli.”

Bauran produk: kumpulan semua lini dan jenis produk yang ditawarkan oleh penjual agar dibeli oleh pembeli, meliputi:

  1. Lebar bauran produk

Lebar bauran produk mengacu pada jumlah lini produk berbeda yang ditawarkan perusahaan

  1. Panjang bauran produk

Panjang bauran produk mengacu pada jumlah seluruh jenis barang yang dibuat perusahaan

  1. Dalam bauran produk

Dalam bauran produk merujuk pada jumlah versi yang ditawarkan dari setiap produk dalam lini

  1. Konsistensi bauran produk

Konsistensi bauran produk merujuk pada Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , ,

20
Oct

Pelaksanaan Organisasi Koperasi

   Posted by: aulia   in Kuliah, Manajemen Koperasi, Tugas

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Koperasi di Indonesia, keberadaannya sungguh sangat dibutuhkan oleh banyak lapisan masyarakat sebagai sarana dalam melakukan kegiatan usahanya. Dalam perkembangan sistem perekonomian dewasa ini, harus diakui bahwa sistem koperasi sebagai salah satu sistem ekonomi pada umumnya masih jauh tertinggal dengan sistem ekonomi lainnya seperti BUMN dan Swasta.

Untuk  mengembangkan koperasi secara keseluruhan, sangatlah relevan jika kerjasama usaha antar koperasi-koperasi menjadi titik tolaknya agar koperasi mampu bersaing dalalm usaha yang semakin ketat persaingannya dalam memperoleh pasar. Untuk itu koperasi harus mampu melakukan penyesuaian dan perbaikan dalam batang tubuh organisasinya agar sejalan dengan perubahan dan perkembangan zaman.

Sementara itu, pemerintah juga berkewajiban menciptakan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan dan pemasyarakatan koperasi, membimbing, memberi kemudahan dan perlindungan termasuk didalamnya membina kerjasama antar koperasi dengan BUMN dan BUMS yang saling menguntungkan. Melihat kondisi tersebut, kembali Jaringan Usaha Koperasi sebagai Infrastruktur Dewan Koperasi Indonesia terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan organisasinya.

Sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945, koperasi diharapkan dapat menjadi sokoguru perekonomian nasional, yang merupakan bagian dari pembangunan bidang ekonomi yang mandiri dan handal sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Namun koperasi yang dirancang sebagai ujung tombak perekonomian nasional masih dianggap lemah dan ternyata pada pelaksanaannya belum mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi dalam tatanan ekonomi nasional yang semakin terbuka.

Gerakan koperasi merupakan suatu sektor tersendiri di antara kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomis dalam masyarakat. Selain usaha yang dikelola oleh pemerintah dan pihak swasta koperasi perlu ikut memainkan perannya dalam pemberian pelayanan yang sebaik mungkin. Oleh karena itu, koperasi dapat secara langsung memberikan keuntungan bagi anggota-anggotanya. Sebagai organisasi ekonomi, koperasi harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang produktif dan terorganisasi dengan baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis berkenan untuk mengulas terkait pelaksanaan organisasi koperasi agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan koperasi. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , ,

20
Oct

Perencanaan Koperasi

   Posted by: aulia   in Kuliah, Manajemen Koperasi, Tugas

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    LATAR BELAKANG

Dalam pelaksanaan organisasi koperasi yang terpenting adalah perencanaan dalam pengelolaan koperasi dimana perencanaan merupakan suatu pekiraan tentang masa depan yang didasarikan pada pengharapan dalam pelaksanaannya terdapat tindakan yang dianggap perlu untuk mencapai tujuan. Pada hakikatnya, perencanaan merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang menjadi dasar bagi aktifitas di waktu yang akan datang. Perencanaan koperasi umumnya terdiri dari tujuan kopeasi, strategi yang digunakan, masalah potensial yang akan dihadapi dan cara mengatasinya, struktur organisasi, modal, dan bagaimana mempertahankannya sampai tercapainya harapan-harapan (kebutuhan) anggota koperasinya serta dari sisi investasi keuangan koperasi mencapai break even point .

Ada bermacam-macam alasan mengapa perencanaan penting untuk dilakukan, karena adanya hal-hal yang tidak pasti di waktu yang akan datang, seperti keadaan ekonomi, politik, sosial maupun budaya yang selalu berubah-ubah. Untuk mengetahui bila keadaan diwaktu yang akan datang tidak mengalami perubahan, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah mengambil pola yang paling sesuai dengan keadaan yang sudah pasti tersebut. Tetapi karena keadaan yang selalu mengalami perubahan, maka perlu diadakan perencanaan yang baik agar dapat mengantisipasi perubahan keadaan yang dihadapi di masa yang akan datang. Dengan keadaan yang tidak pasti seperti ini, maka sebagai pengurus koperasi harus tajam pandangan dan pendengarannya untuk memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi.

Untuk mengantisipasikan perubahan yang terjadi maka dibutuhkan perencanaan dalam organisasi koperasi untuk mewujudkan pelaksanaan  koperasi yang sesui dengan tujuan dan ketentuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam perencanaan organisasi koperasi mempembuatan perencanaan koperasi dari pengurus, manajer, unit kepala, dan karyawan yang direncana kerja yang disususn dalam Rapat Anggota Tahunan dimana rencana kegiatan disusun dalam rencana kerja umum yang harus dilaksanakan oleh pengurus pada periode tertentu yang mempunyai tujuan tertentu.

  1. B.     RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang digunakan :

  1. Apa  pengertian perencanaan organisasi koperasi ?
  2. Apa manfaat perncanaan organisasi koperasi ?
  3. Apa  prinsip perncanaan organisasi koperasi ?
  4. Apa  ciri perencnaan organisasi koperasi ?
  5. Apa  proses perencanaan organisasi koperasi ?
  6. Apa  sistem tujuan di dalam koperasi ?
  7. Apa  jenis-jenis rencana dalam organisasi koperasi ?

  1. C.    TUJUAN PENULIASAN

Tujuan penulisan yang digunakan :

  1. Untuk mengetahui pengertian perencanaan organisasi koperasi
  2. Untuk mengetahui  manfaat perncanaan organisasi koperasi
  3. Untuk mengetahui  prinsip perncanaan organisasi koperasi
  4. Untuk mengetahui  ciri perencnaan organisasi koperasi
  5. Untuk mengetahui  proses perencanaan organisasi koperasi
  6. Untuk mengetahui  sistem tujuan di dalam koperasi
  7. Untuk mengetahui  jenis-jenis rencana dalam organisasi koperasi

  1. D.    METODE PENULISAN

Metode yang digunakan dalam penulisan menggunakan metode pustaka dari berbagai sumber-sumber yang ada.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. PENGERTIAN PERENCANAAN ORGANISASI KOPERASI

            Perencanaan adalah tindakan pemilihan fakta dan usaha menghubungkannya, berdasarkan asumsi-asumsi yang dibuat untuk masa yang akan datang dalam hal menggambarkan serta memformulasikan aktivitas-aktivitas yang diusulkan, yang dianggap perlu untuk mencapai hasil-hasil yang diinginkan.

Perencanaan merupakan proses dasar yang sangat penting bagi pelaksanaan proses-proses yang lain, dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan fungsi manajemen yang lain seperti pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian,dan pengawasan. Kelima fungsi tersebut dalam praktek tidak berdiri sendiri secara terpisah-pisah, melainkan dijalankan secara bersama-sama atau hampir bersamaan.

Organisasi koperasi sama dengan organisasi yang lain, perlu dikelola dengan baik agar dapat mencapai tujuan akhir seefektif mungkin. Fungsi perencanaan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting karena merupakan dasar bagi fungsi manajemen yang lain. Agar tujuan akhir koperasi dapat dicapai maka koperasi harus membuat rencana yang baik, dengan melalui beberapa langkah dasar pembuatan rencana yaitu menentukan tujuan organisasi mengajukan beberapa alternatif cara mencapai tujuan tersebut dan kemudian alternatif-alternatif tersebut harus dikaji satu per satu baik buruknya sebelum diputuskan alternatif mana yang dipilih

Tipe rencana yang dapat diambil dalam koperasi dapat bermacam-macam tergantung pada jangka waktu dan jenjang atau tingkatan manajemen.

Perencanaan organisasi koperasi pada dasarnya adalah sebuah deskripsi tertulis mengenai masa depan organisasi koperasi. Perencanaan organisasi merupakan kumpulan dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah organisasi koperasi untuk mempromosikan anggotanya (meningkatkan kesejahteran ekonomi dan social) dengan memfasilitasikan jasa usaha koperasi (transaksi barang ataupun jasa dengan menghasilkan SHU dan menarik bagi anggota koperasi serta pihak-pihak di luar koperasi  sebagai investor, untuk menanamkan modalnya kepada koperasi). Perencanaan organisasi umumnya terdiri dari tujuan organisasi, strategi yang digunakan, masalah potensial yang akan dihadapi dan cara mengatasinya, struktur organisasi, modal, dan bagaimana mempertahankannya sampai  tercapainya harapan-harapan (kebutuhan) anggota koperasinya serta dari sisi investasi keuangan koperasi mencapai break even point .

Ada bermacam-macam alasan mengapa perencanaan penting untuk dilakukan, karena adanya hal-hal yang tidak pasti di waktu yang akan datang, seperti keadaan ekonomi, politik, sosial maupun budaya yang selalu berubah-ubah. Apabila keadaan diwaktu yang akan datang tidak mengalami perubahan, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah mengambil pola yang paling sesuai dengan keadaan yang sudah pasti tersebut. Tetapi karena keadaan yang selalu mengalami perubahan, maka perlu diadakan perencanaan yang baik agar dapat mengantisipasi perubahan keadaan yang dihadapi di masa yang akan datang. Dengan keadaan yang idak pasti seperti ini, maka sebagai pengurus koperasi harus tajam pandangan dan pendengarannya untuk memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi.

Selain itu, perencanaan diperlukan untuk penyesuaikan jalan organisasi dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Rencana ditujukan pada suatu titik yang ingin di capai. Jika terjadi penyimpangan dari jalan yang telah ditentukan, pengurus segera mengetahuinya.

Dalam usaha pengembangan organisasi dan bisnis koperasi  sebagai badan usaha yang dilandasi oleh Undang-Undang Dasar 1945 (pasal 33) serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, peranan penting perencanaan usaha koperasi  yang dibuat dan dirancang untuk pengembangan organisasi dan usaha koperasi harus dilaksanakan sesuai dengan kaidah-kaidah dan nilai-nilai jati diri koperasi Indonesia,  sebagai  bangun usaha ekonomi yang berwatak social.

Perencanaan usaha koperasi dapat dimulai dari suatu konsep pemikiran (mindset)  bagaimana memperbaiki kinerja koperasi;  dan mulai mengindentifikasi  untuk menemukan factor yang menentukan baik buruknya kinerja koperasi untuk diberikan skala prioritas dalam penjabaran perencanaan sesuai dengan nilai-nilai menejemen perkoperasian, seperti  :

  1. 1.      Pertama, membangun dan meningkatkan peran dan partisipasi anggota.

Anggota Koperasi sebagai modal utama dari koperasi, maju atau mundurnya kinerja koperasi akan ditentukan oleh peran aktif anggota baik sebagai pemodal (pemilik), nasabah (konsumen)  serta sebagai penerima manfaat  atau dengan kata lain Anggota adalah Raja. Ini adalah realita dalam perkoperasian karena anggota sebagai pemilik koperasi memberikan makna bahwa anggota memiliki hak penuh menentukan diterima atau disetujuinya perencanaan usaha yang diajukan oleh Pengurus dan Pengawas dalam forum Rapat Anggota. Sikap loyal anggota karena memiliki koperasi dapat ditumbuhkan melalui  kegiatan perencanaan usaha koperasi sejak awal, program kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk anggota yang terpola dan berkesinambungan. Hal ini selain membuka cakrawala wawasan  bagi anggota koperasi  juga membangun watak koperasi (budaya) dari anggotanya.

  1. 2.      Kedua, membangun kemampuan Pengelola dan kaderisasi.

Pengelola atau pengurus koperasi  (termasuk juga jajaran struktural dibawahnya) harus memiliki kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, professional  serta terutama memiliki kejujuran. Pengurus dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mampu menghasilkan pelayanan yang dapat memberikan manfaat kepada anggotanya (baik aspek manfaat fisik, ekonomi maupun manfaat psikologis).

Manajemen koperasi difokuskan menjadi manajemen yang efisien dan efektif, dan memiliki nilai-nilai manajemen sesuai jati diri koperasi.

  1. 3.      Ketiga, memiliki kesehatan keuangan.

Keberhasilan dan kegagalan koperasi dapat dilihat sehat atau tidaknya keuangan koperasi, tingkat kesehatan keuangan koperasi mencerminkan juga kesehatan usaha, organisasi, manajemen serta sehatnya kualitas pelayanannya kepada anggota.

Keadaan keuangan dilaporkan secara berkala sesuai kaidah-kaidah akuntansi, terbuka dan bertanggung jawab. Untuk itu peran aktif Pengawasan oleh Badan Pengawas Koperasi harus menganut system pengawasan atau pendeteksian dini (early warning system), mengkoreksi dan memperbaiki sedini mungkin masalah keuangan koperasi sebelum kerugian menjadi beban yang harus dipikul oleh anggota karena kesalahan prosedural (mismanagement) oleh pengelola.

  1. 4.      Keempat, membangun kemitraan antar koperasi dan kemitraan koperasi dengan pihak Badan Usaha lain.

Menghadapi  trend bisnis  (era pasar bebas) dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, koperasi sejak dini sudah harus melakukan penyesuaian dan antisipasi pengembangan usahanya dengan melakukan kerjasama  antar koperasi (membangun sinergi) untuk memiliki bargening position dengan mengutamakan kekuatan pasar (captive market) anggotanya;  karena Keberhasilan hanya dapat diraih secara bersama untuk Kepentingan yang sama, saat ini momentum untuk mewujudnyatakan kekuatan yang dimiliki koperasi  melalui kerjasama kemitraan.

Mendorong koperasi juga menjalin kerjasama kemitraan dengan pihak lain, seperti Badan Usaha milik Negara/Daerah, swasta dalam negeri maupun swasta asing, perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh, agar koperasi dapat dan mampu memasuki perdagangan international, maupun dapat secara bersama-sama membangun lembaga keuangan koperasi.

  1. MANFAAT PERENCANAAN ORGANISASI KOPERASI

Perencanaan dalam organisasi koperasi memiliki manfaat antara lain sebagai berikut:

  1. Sebagai alat pengawasan dan pengendalian kegiatan koperasi.
  2. Untuk memilih dan menetapkan skala prioritas dalam kegiatan koperasi.
  3. Untuk mengarahkan dan menuntun pelaksanaan kegiatan koperasi.
  4. Untuk mengurangi dan menghadapi ketidakpastian (uncertainly).
  5. Mendorong tercapainya tujuan, misalnya kesejahteraan anggota, memperluas usaha.
  6. Sebagai perwujudan koordinasi diberbagai bagian untuk mencapai tujuan organisasi koperasi.
  7. Dapat menghindarkan keadaan yang tidak terduga.
  8. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dengan penggunaan metoda kerja yang sesuai.
  9. Memperlancar pendelegasian wewenang karena adanya kebijakan, prosedur serta jadwal yang telah ditetapkan.
  10. Sebagai pedoman pengawasan agar pelaksanaan selalu berpedoman pada tujuan.

  1. PRINSIP PERENCANAAN ORGANISASI KOPERASI

Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam menyusun perencanaan:

1)     Perencanaan adalah sebagai pedoman kerja yang dapat membantu kelancaran segala kegiatan yang akan dilakukan.

2)     Perencanaan merupakan tugas utama yang harus dilaksanakan oleh pengurus atau manager.

3)     Perencanaan harus mencakup seluruh aspek kegiatan yang disatukan secara terpadu.

4)     Perencanaan harus dapat merumuskan cara-cara kerja yang efektif.

5)     Perencanaan harus fleksibel dan realistis.

6)     Dalam rencana harus sudah dirumuskan siasat (strategi) agar dapat diterima semua pihak.

  1. CIRI PERENCANAAN ORGANISASI KOPERASI

Perencanaan organisasi koperasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1)      Perencanaan dan pengembangan

Rencana disusun untuk sesuatu perubahan dalam arti bahwa perubahan adalah mengadakan sesuatu yang belum ada menjadi ada, atau yang sudah ada disempurnakan dan dikembangkan. Koperasi sebagai organisasi ekonomi harus peka terhadap lingkungannya, menyusun rencana berarti menyambut akan adanya perubahan dikemudian hari.

2)      Ramalan

Suatu rencana selalu berdasarkan pada ramalan atau anggapan.

3)      Prakarsa pengurus atau manager

Ide ada prakarsa harus timbul dari pengurus atau manager dan dirumuskan dalam rencana yang harus dilaksanakan agar hal-hal yang diinginkan menjadi kenyataan.

  1. PROSES PERENCANAAN ORGANISASI KOPERASI

Perencanaan dalam organiasi koperasi meliputi proses sebagai berikut:

  1. Pengurus bersama manajer menyusun rencana strategis dan taktis baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.
  2. Pengurus meminta manajer menyusun garis besar program operasional, selanjutnya dibahas bersama dengan pengurus dan pengawas.
  3. Manajer juga membuat anggaran untuk mencapai hasil yang dikehendaki, tanpa mengabaikan struktur keuangan yang ada.
  4. Berdasarkan rencana yang ada, dibuatlah kebijakan sebagai pedoman seluruh pelaksanaan.
  5. Secara bersama menetapkan kebijakan personalia, karyawan usaha keuangan dan anggota guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  6. Pengurus membuat rencana penerimaan dan belanja koperasi (RAPBK).
  7. Rencana yang telah disusun dan RAPBK disampaikan dalam rapat anggota untuk dibahas dan mendapatkan pengesahan.

  1. SISTEM TUJUAN DI DALAM KOPERASI

Dilihat dari segi organisasi dan/ atau rumah tangga para anggota organisasi koperasi  harus mengusahakan peningkatan potensi pelayanannya sehingga cukup menjamin penyediaan berbagai jasa pelayanan yang dibutuhkan oleh para anggota untuk mempertahankan kelangsungan hidup atau daya saing organisasi dan atau rumah tangganya.

Tujuan Organisasi Koperasi:

  1. Sekurang-kurangnya mempertahankan, atau jika mungkin meningkatkan pangsa pasar dari satu (beberapa) barang dan jasa, dan menekan serendah-rendahnya biaya produksi, yang harus lebih rendah atau sama dengan biaya produksi jasa pesaingnya (mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar, pada tingkat biaya yang bersaing dan pada tingkat efisiensi ekonomis secara relatif).
  2. a. Melindungi  potensi ekonominya (secara kualitatif mempertahankan nilai akhir riil)

b. Menjaga/ mempertahankan likuiditas

c. Menciptakan inovasi

SISTEM TUJUAN DAN PEMBUATAN KEPUTUSAN DALAM KOPERASI

Sistem-sistem tujuan para anggota

Kebijakan

Pembangunan

Pemerintah

Pembuatan Keputusan dalam Perusahaan Koperasi

  1. G.    JENIS-JENIS RENCANA DALAM ORGANISASI KOPERASI

Jenis rencana dalam organiasasi koperasi meliputi hal-sal sebagai berikut:

1)      Tujuan atau misi yaitu Koperasi harus mempunyai tujuan/ misi

2)      Sasaran yaitu ke arah mana pengorganisasian, pengisian jabatan, kepemimpinan, pengendalian telah ditujukan.

3)      Strategi yaitu mementukan tujuan dan sasaran jangka panjang koperasi dan penerimaan arah-arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan.

4)      Kebijakan yaitu pernyataan yang membimbing dan menyalurkan pemikiran dan tindakan dalam pengambilan keputusan.

5)      Prosedur  yaitu menetapkan metode penanganan aktivitas

6)      Peraturan yaitu menuntut tindakan yang definitif dan  khas harus dilakukan atau tidak dilakukan dengan memperhatikan keadaan tertentu.

7)      Program yaitu Rangkaian dari tujuan, kebijakan, prosedur, peraturan,  pemberian  tugas, langkah-langkah yang harus diambil, sumber-sumber yang harus dimanfaatkan, dan unsur-unsur lain yang diperlukan untuk melaksanakan arah tindakan yang ditentukan.

8)      Anggaran  yaitu Kegiatan yang diharapkan yang dinyatakan dengan angka-angka.

  1. H.    STRATEGI ORGANISASI KOPERASI

1)      Strategi biaya rendah (low cost strategy)

MENETAPKAN PRINSIP PENGHEMATAN BERDASARKAN KAIDAH KOPERASI

2)      Keunikan produk sesuai dengan pilihan anggota/ konsumen (differentiated product strategy)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. I.       TEKNIK-TEKNIK PERENCANAAN

Teknik dalam perencanaan organiasasi Bisnis meliputi:

1)      Pendekatan Top Down (Atas-Bawah)

Penyusunan perencanaan diprakarsai oleh atasan dengan melibatkan bawahan

2)      Pendekatan Bottom Up (Bawah-Atas)

Penyusunan perencanaan diprakarsai oleh bawahan dengan konsultasi kepada pihak atasan.

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    KESIMPULAN
  2. Perencanaan organisasi koperasi pada dasarnya adalah sebuah deskripsi tertulis mengenai masa depan organisasi koperasi.
  3. Perencanaan organisasi merupakan kumpulan dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah organisasi koperasi untuk mempromosikan anggotanya (meningkatkan kesejahteran ekonomi dan social) dengan memfasilitasikan jasa usaha koperasi (transaksi barang ataupun jasa dengan menghasilkan SHU dan menarik bagi anggota koperasi serta pihak-pihak di luar koperasi  sebagai investor, untuk menanamkan modalnya kepada koperasi)
  4. Ada bermacam-macam alasan mengapa perencanaan penting untuk dilakukan, karena adanya hal-hal yang tidak pasti di waktu yang akan datang, seperti keadaan ekonomi, politik, sosial maupun budaya yang selalu berubah-ubah.
  5. Selain itu, perencanaan diperlukan untuk penyesuaikan jalan organisasi dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
  6. Perencanaan usaha koperasi dapat dimulai dari suatu konsep pemikiran (mindset)  bagaimana memperbaiki kinerja koperasi;  dan mulai mengindentifikasi  untuk menemukan factor yang menentukan baik buruknya kinerja koperasi untuk diberikan skala prioritas dalam penjabaran perencanaan sesuai dengan nilai-nilai menejemen perkoperasian
  7. Perencanaan dalam organisasi koperasi memiliki manfaat antara lain sebagai berikut: Sebagai alat pengawasan dan pengendalian kegiatan koperasi, memilih dan menetapkan skala prioritas dalam kegiatan koperasi, Untuk mengarahkan dan menuntun pelaksanaan kegiatan koperasi, mengurangi dan menghadapi ketidakpastian (uncertainly), dan sebagainya.
  8. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam menyusun perencanaan: Perencanaan adalah sebagai pedoman kerja yang dapat membantu kelancaran segala kegiatan yang akan dilakukan, Perencanaan merupakan tugas utama yang harus dilaksanakan oleh pengurus atau manager, dan sebagainya.
  9. Perencanaan organisasi koperasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Perencanaan dan pengembangan, Ramalan, dan Prakarsa pengurus atau manager.
  10. Perencanaan dalam organiasi koperasi meliputi proses sebagai berikut: Pengurus bersama manajer menyusun rencana strategis dan taktis baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek, Pengurus meminta manajer menyusun garis besar program operasional, selanjutnya dibahas bersama dengan pengurus dan pengawas, Manajer juga membuat anggaran untuk mencapai hasil yang dikehendaki, tanpa mengabaikan struktur keuangan yang ada, dan sebagainya.
  11. Dilihat dari segi organisasi dan/ atau rumah tangga para anggota organisasi koperasi  harus mengusahakan peningkatan potensi pelayanannya sehingga cukup menjamin penyediaan berbagai jasa pelayanan yang dibutuhkan oleh para anggota untuk mempertahankan kelangsungan hidup atau daya saing organisasi dan atau rumah tangganya.
  12. Jenis rencana dalam organiasau koperasi meliputi hal-sal sebagai berikut: Tujuan atau misi, Sasaran, Strategi , Kebijakan, Prosedur, Peraturan, Program, dan Anggaran.

DAFTAR PUSTAKA

  • Sukamdiyo.1992.Menejemen Koperasi Pasca UU no 25 Tahun 1992. Jakarta: Erlangga
  • http://adityaprima.blogspot.com/2010/12/perencanaan-koperasi.html, diakses pada tanggal 23 April 2011
  • http://ridhoassegaf.blogspot.com/2008/12/perencanaan-dalam-koperasi.html, diakses pada tanggal 23 April 2011
  • http://www.koperasiku.com/blogs/henry/perencanaan-usaha-koperasi, diakses pada tanggal 23 April 2011
  • http://nando-barca.blogspot.com/2010/11/perencanaan-koperasi.html, diakses pada tanggal 23 April 2011
  • http://liasetianingsih.wordpress.com/2010/01/06/manajemen-dan-administrasi-organisasi-koperasi/, diakses pada tanggal 23 April 2011
  • http://massofa.wordpress.com/2008/01/28/177/, diakses pada tanggal 23 April 2011

Tags: , , , , , , ,

20
Oct

Pengawasan Koperasi

   Posted by: aulia   in Kuliah, Manajemen Koperasi, Tugas

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Koperasi adalah suatu badan usaha yang dikelola untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan anggota pada khususnya. Koperasi didirikan untuk ketahan perekonomian nasional pada masa kemerdekaan indonesia yang pada saat itu indonesia mencita-citakan untuk menjadi negara mandiri dengan semangat BERDIKARI.

Koperasi dikenalkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada di indonesia, di daerah, kota atau dimanapun tempatnya. Dalam kegiatan koperasi ada beberapa unsur koperasi, yaitu : Rapat Anggota, Angota, pengurus dan pengawas koperasi.

Ketiga komponen dalam koperasi yaitu, Rapat anggota, Anggota, Pengurus dan Pengawas koperasi. Semuanya meemiliki wewenang dan peranan masing – masing dalam menjalankan tugasnya untuk peningkatan dan keberlangsungan koperasi dalam usahanya.

Ketiga komponen itu saling bekerjasama dalam kegiatan melakasankan usaha koperasi, Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , ,

20
Oct

MANAJEMEN KOPERASI

   Posted by: aulia   in Kuliah, Manajemen Koperasi, Manajemen Koperasi, Tugas

  1. A.    Pengertian Manajemen Koperasi

Koperasi merupakan lembaga yang harus dikelola sebagaimana layaknya lembaga bisnis. Di dalam sebuah lembaga bisnis diperlukan sebuah pengelolaan yang efektif dan efisien yang dikenal dengan manajemen. Demikian juga dalam badan usaha koperasi, manajemen merupakan satu hak yang harus ada demi terwujudnya tujuan yang diharapkan.

Prof. Ewell Paul Roy mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 (empat) unsur yaitu: anggota, pengurus, manajer, dan karyawan. Seorang manajer harus bisa menciptakan kondisi yang mendorong para karyawan agar mempertahankan produktivitas yang tinggi. Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan (Hendrojogi, 1997).

Menurut Suharsono Sagir, sistem manajemen di lembaga koperasi harus mengarah kepada manajemen partisipatif yang di dalamnya terdapat kebersamaan, keterbukaan, sehingga setiap anggota koperasi baik yang turut dalam pengelolaan (kepengurusan usaha) ataupun yang di luar kepengurusan (angota biasa), memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam organisasi koperasi (Anoraga dan Widiyanti,1992).

A.H. Gophar mengatakan bahwa manajemen koperasi pada dasarnya dapat ditelaah dan tiga sudut pandang, yaitu organisasi, proses, dan gaya (Hendar dan Kusnadi, 1999). Dari sudut pandang organisasi, manajemen koperasi pada prinsipnya terbentuk dan tiga unsur: anggota, pengurus, dan karyawan. Dapat dibedakan struktur atau alat perlengkapan onganisasi yang sepintas adalah sama yaitu: Rapat Anggota, Pengurus, dan Pengawas. Untuk itu, hendaknya dibedakan antara fungsi organisasi dengan fungsi manajemen. Unsur Pengawas seperti yang terdapat pada alat perlengkapan organisasi koperasi, pada hakekatnya adalah merupakan perpanjangan tangan dan anggota, untuk mendampingi Pengurus dalam melakukan fungsi kontrol sehari-hari terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi. Keberhasilan koperasi tergantung pada kerjasama ketiga unsur organisasi tersebut dalam mengembangkan organisasi dan usaha koperasi, yang dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada anggota.

Dan sudut pandang proses, manajemen koperasi lebih mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan. Istilah satu orang satu suara (one man one vote) sudah mendarah daging dalam organisasi koperasi. Karena itu, manajemen koperasi ini sering dipandang kurang efisien, kurang efektif, dan sangat mahal. Terakhir, ditinjau dan sudut pandang gaya manajemen (management style), manajemen koperasi menganut gaya partisipatif (participation management), di mana posisi anggota ditempatkan sebagai subjek dan manajemen yang aktif dalam mengendalikan manajemen perusahaannya.

Sitio dan Tamba (2001) menyatakan Read the rest of this entry »

Pada dasarnya ketika tingkat inflasi itu tinggi selalu diiringi dengan kenaikan jumlah uang yang beredar pula. Atau dalam arti kata lain hubungannya adalah sejajar. Tetapi di gambar grafik hubungan tingkat inflasi dengan jumlah uang yang beredar ini ada sesuatu yang tidak seperti biasanya, yakni dtunjukkan pada peristiwa tahun 1999 dimana ketika inflasi mengalami penurunan drastis dari tahun sebelumnya yaitu dari 77,63% menjadi 2,06%, tetapi jumlah uang yang beredarnya tetap naik yakni dari 577,38 triliun menjadi 646,21 triliun. Hal serupa juga terjadi ditahun 1994, 1995, 1996, 2002, 2003, 2004, 2006, 2007, 2009. Dimana ditahun-tahun tersebut inflasi mengalami penurunan dari tahun tahun sebelumnya, tetapi dilihat dari jumlah uang yang beredar, jumlahnya selalu bertambah dan tidak sekalipun mengalami penurunan jumlah uang yang beredar. Jadi bisa disimpulkan bahwasanya setiap tahun jumlah uang yang beredar selalu bertambah dan terus bertambah, tetapi tingkat inflasi setiap tahun mungkin mengalami kenaikan dan mungkin juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Yang membedakannya adalah, ketika tingkat inflasi mengalami kenaikan yang drastis maka jumlah kenaikan uang yang beredar juga meningkat drastis. Tetapi  ketika tingkat inflasi mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, jumlah uang yang beredar tetap mengalami kenaikan walaupun kenaikannya hanya sedikit atau beberapa persen saja dari tahun sebelumnya.

Misalnya bisa dilihat di grafik ketika tingkat inflasi mengalami peningkatan drastis di tahun Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , ,

18
Oct

PRESENTASI BISNIS

   Posted by: aulia   in Kuliah, Tugas

  1. A.    TUJUAN PRESENTASI BISNIS

Presentasi bisnis dapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalm setiap kegiatan bisnis. Seorang pembicara yang melakukan presentasi di hadapan audiens tentunya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Untuk melaksanakan hal tersebut diatas tentu dibutuhkan kesiapan mental dan pemahaman materi yang ingin disampaikan, alat bantu yang digunakan serta pemahaman yang baik terhadap audiens.

Setiap presentasi yang dilakukan memiliki tujuannya tersendiri, tergantung pada kondisi serta maksud dilakukannya presentasi tersebut. Secara umum tujuan dari suatu presentasi bisnis antara lain:

  1. Menginformasikan pesan-pesan bisnis kepada audiens

Pesan-pesan bisnis yng disampaikan haruslah menarik, sederhana ,mudah dipahami ,dan enak didengar oleh audiens. Hal yang perlu dihindari adalah melakukan presentasi yang sifatnya membosankan , monoton, tidak jelas dan penggunaan bahasa yang sulit dipahami.

  1. Menghibur audiens

Selain memberikan informasi, presentasi bisnis juga memiliki tujuan untuk menghibur audiens. Dalam art bahwa untuk mencapai tujuan presentasi bisnis, seseorang pembicara perlu menyelipkan humor-humor yang segar yang mampu menghidupkan suasana. Namun demikian, suasana yang sebenarnay perlu tetap dijaga agar tidak lepas kendali dan tujuan presentasi yang sebenarnya tidak tercapai. Seorang pembicara yang ahli dan berpengalaman tentunya tahu kapan ia harus berlaku serius dalam menyampaikan presentasinya, serta kapan ia harus menyisipkan humor-humor kecil yang dapat membuat audiens lebih fresh dan tidak bosan.

  1. Menyentuh emosi audiens Read the rest of this entry »

           Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

            Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah:

cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Landasan Wasantara

Idiil                     =>   Pancasila

Konstitusional    =>   UUD 1945

Kedudukan Wawasan Nusantara

            Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.     Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma nasional sbb: Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

18
Oct

Ilmu Sosial Budaya Dasar

   Posted by: aulia   in Kuliah, Tugas

BAB I

PENDAHULUAN

Percepatan perubahan dalam zaman kita ini merupakan kekuatan elemental. Terjadinya perubahan ini biasanya akan disusul kemajuan kebudayaan yang meliputi segala aspek kehidupan politik, sosial, budaya, dan ekonomi. Ada asumsi bahwa kemajuan kebudayaan itu terpacu terutama oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini komunikasi antar bangsa semakin mudah dan lancar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini akan menimbulkan perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia. Hal ini di mungkinkan karena manusia akan memperoleh kemudahan dalam berhubungan dengan manusia yang lain, sekaligus hubungan dengan manusia yang berlainan negara. Komunikasi ini dapat dilakukan melalui televisi, telepon, internet ataupun yang lain. Kemudahan komunikasi ini mempercepat proses perkembangan budaya manusia dalam segala aspek kehidupan. Perkembangan budaya yang muncul karena perkembangan teknologi informasi diartikan sebagai teknologi elektronika yang mampu mendukung percepatan dan meningkatkan kualitas informasi, serta percepatan arus informasi ini tidak mungkin lagi di batasi oleh ruang dan waktu.

Kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan, kemanusiaan, kebijaksanaan, dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan.

Perkembangan komunikasi sangat jelas berdampak pada wawasan budaya kita karena didukung oleh pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih. Dalam bidang inilah terjadi pemadatan dimensi ruang dan waktu; jarak semakin dekat dan waktu dipersingkat. Dalam bidang informasi, terjadi banjir deras informasi yang tidak terkendali dan seperti banjir yang sesungguhnya, hal ini juga membawa limbah yang tidak berguna sama sekali. Maka, betapapun hebat kedengarannya, banjir informasi dari sistem dan lembaga yang didukung oleh teknologi canggih tidak selalu memperkaya wawasan kita, tetapi juga dapat mencemari kita secara mental.

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi yang mana di dalamnya terdapat perkembangan komunikasi. Dengan dukungan teknologi yang canggih, informasi dalam berbagai bentuk dan untuk berbagai kepentingan dapat disebarluaskan sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup kita. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan pada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Perlu diketahui bahwa dalam era globalisasi, arus informasi itu tidak senantiasa terjadi secara dua arah; dominasi cenderung terjadi oleh pihak yang memiliki teknologi lebih maju terhadap pihak yang lebih terbelakang. Semakin canggih dukungan tersebut semakin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Apabila selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang, yang sesungguhnya terjadi bukanlah “pertukaran informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang, melainkan dominasi arus informasi dari pihak yang sanggup membuat jaringan informasi global. Dengan keunggulan seperti itu, maka pihak yang didukung oleh teknologi maju akan sanggup untuk membiaskan pengaruhnya secara global.

Perlu disadari bahwa perkembangan komunikasi bergerak sangat pesat dan Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Dalam berbagai kesempatan, seorang guru selalu dihadapkan pada berbagai kegiatan untuk mengambil keputusan – keputusan yang berhubungan dengan tugas mereka sebagai seeorang guru. Keputusan – keputusan tersebut dimulai sejak anak masuk sekolah ( seleksi penempatan ), pada proses pembelajaran ada tes normatif, diagnosis, dan pada akhir program ada tes sumatif, ujian akhir, dan sebagainya. Dalam mengambil keputusan, seorang guru harus dapat bersifat adil / obyektif. Keputusan yang obyektif hanya akan di diperoleh dengan alat tes yang baik. Tes yang baik hanya dapat dibuat oleh guru apabila guru tersebut menguasai ilmu evaluasi. Tes juga salah satu cara mengukur dan melakukan penilaian untuk siswa sehingga antara tes, pengukuran dan penilaian memiliki hubungan yang sangat penting dalam suatu kegiatan pengajaran.

 

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Apa pengertian tes ?
    2. Apa pengertian pengukuran ?
    3. Apa pengertian penilaian ?
    4. Apa pengertian evaluasi ?
    5. Apa hubungan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi ?
    6. Apa pengertian skala pengukuran ?
    7. Apa saja jenis – jenis skala pengukuran ?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. 1.      Pengertian Tes

Istilah ini berasal dari bahasa latin “testum” yang berarti sebuah piringan atau jambangan dari tanah liat. Istilah ini dipergunakan dalam lapangan psikologi dan selanjutnya hanya dibatasi sampai metode psikologi, yaitu Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,